Berpuasa mengubah ritme tubuh, termasuk pola makan, hidrasi, metabolisme, hingga keseimbangan hormon. Semua perubahan tersebut dapat memengaruhi kondisi kulit. Kulit adalah organ terbesar tubuh, dan sangat responsif terhadap perubahan internal. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan kulit yang tepat agar kulit tetap sehat sepanjang berpuasa. Artikel ini membahas tips skincare saat puasa yang lengkap, detail, dan mudah diterapkan.
Perubahan Kondisi Kulit Saat Berpuasa
Selama puasa, tubuh tidak menerima cairan selama beberapa jam. Ketika tidak ada asupan cairan selama banyak jam, tubuh akan memprioritaskan penggunaan air untuk organ-organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal. Akibatnya, kulit menjadi bagian yang paling cepat merasakan dampaknya. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah kehilangan kelembapan sehingga terasa kering, terlihat kusam, dan kadang tampak lebih kasar.
Selain itu, perubahan jam tidur dan pola makan saat sahur serta berbuka juga memengaruhi produksi minyak dan proses regenerasi kulit. Pada beberapa orang, kulit menjadi lebih berminyak karena kelenjar sebasea meningkatkan produksi minyak sebagai respons terhadap kulit yang mengalami kekeringan. Kelebihan minyak ini dapat menyumbat pori dan memicu munculnya komedo atau jerawat. Namun, munculnya jerawat saat puasa tidak hanya disebabkan oleh perubahan produksi minyak, tetapi juga karena jenis makanan yang sering dikonsumsi. Menu berbuka yang kaya gula, makanan berminyak, atau gorengan dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Di sisi lain, kulit juga menjadi lebih sensitif. Ketika skin barrier kehilangan kelembapan, kemampuan kulit dalam melindungi diri dari iritasi menurun. Produk skincare yang biasanya aman digunakan bisa terasa perih pada kulit yang sedang sensitif. Cuaca panas atau paparan matahari yang intens semakin membuat kulit rentan mengalami kemerahan dan iritasi.
Menariknya, tidak semua perubahan yang terjadi bersifat negatif. Pada sebagian orang, puasa justru dapat membantu menurunkan tingkat inflamasi dalam tubuh. Efek anti‑inflamasi dari puasa dapat membuat beberapa kondisi kulit seperti kemerahan, jerawat meradang, atau dermatitis terasa lebih tenang. Tubuh yang sedang dalam fase detoksifikasi alami dapat memberikan dampak positif pada kulit, meskipun hasilnya berbeda pada tiap individu.
Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Berpuasa
Prioritaskan Hidrasi dari Dalam
Hidrasi adalah kunci utama dalam perawatan kulit saat puasa. Kulit akan terasa lebih lembap, plump, dan glowing bila tubuh mendapat hidrasi yang cukup. Tanpa asupan cairan yang cukup, moisturizer dan skincare lain tidak akan bekerja secara optimal.
Cara menjaga hidrasi tubuh selama puasa:
Minum air secara bertahap dengan pola 2-4-2
2 gelas saat berbuka
4 gelas setelah tarawih
2 gelas saat sahur
Konsumsi buah tinggi air seperti semangka, melon, jeruk, dan timun
Kurangi minuman manis berlebih yang justru meningkatkan dehidrasi
Gunakan Cleanser yang Gentle dan Tidak Mengikis Minyak Alami
Saat puasa, kulit cenderung lebih sensitif dan mudah kering. Karena itu, pilih facial wash yang lembut. Hindari over-cleansing karena dapat merusak skin barrier dan memperparah kekeringan.
Rekomendasi karakter pembersih wajah:
Bebas alkohol dan SLS keras
pH seimbang (5.5–6)
Memiliki kandungan hydrating seperti glycerin atau hyaluronic acid
Baca Juga : Benarkah Cuci Muka dengan Facial Wash Harus Dua Kali Sehari? Ini Penjelasan Lengkapnya
Pilih Serum yang Fokus pada Hidrasi dan Antioksidan
Penggunaan serum saat berpuasa diperlukan karena moisturizer saja sering kali tidak cukup jika tingkat hidrasi kulit sedang menurun. Selain hidrasi, kebutuhan lain yang meningkat saat puasa adalah perlindungan terhadap radikal bebas melalui antioksidan. Saat pola tidur berubah, metabolisme tubuh menyesuaikan, dan asupan makanan tidak teratur, kulit lebih mudah mengalami stres oksidatif. Dengan hidrasi yang cukup dan perlindungan antioksidan, skin barrier menjadi lebih stabil dan mampu mempertahankan keseimbangan minyak-air dengan lebih baik. Gunakan serum pada kulit setengah lembap agar kandungan humektan bekerja maksimal.
Kandungan serum yang ideal saat puasa:
Hyaluronic Acid: Menyamankan kulit dan menjaga kelembapan
Niacinamide: Meratakan warna kulit dan mengontrol minyak
Vitamin C: Menambah glow dan melawan kusam
Peptides: Mendukung elastisitas kulit
Gunakan Moisturizer Lebih Rich dari Biasanya
Moisturizer dengan tekstur yang lebih rich mengandung lebih banyak emollient dan occlusive yang bekerja membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Lapisan ini membantu mengurangi penguapan air (transepidermal water loss) dan menjaga agar hidrasi dari serum tetap bertahan lebih lama. Karena kelembapan kulit cepat menguap saat puasa, moisturizer yang lebih rich sangat disarankan terutama untuk tipe kulit kering.
Pilih moisturizer dengan kandungan:
Ceramide
Shea butter
Squalane
Panthenol
Urea (dalam kadar rendah untuk menghidrasi)
Untuk kulit berminyak, pilih gel moisturizer dengan tekstur ringan namun tetap mengunci hidrasi.
Baca Juga: Sheet Mask dan Efek ‘Occlusive’: Apa Dampaknya untuk Kulit?
Jangan Lewatkan Sunscreen
Sunscreen tetap wajib setiap hari karena sinar UV tidak mengenal waktu. Tanpa perlindungan, kulit akan lebih mudah kusam, muncul flek, dan kehilangan elastisitas.
Tips sunscreen saat puasa:
Pilih minimal SPF 30 PA++++
Gunakan tekstur ringan dan tidak lengket
Reapply tiap 2–3 jam jika beraktivitas di luar ruangan
Baca Juga : Sunscreen Terbaik untuk Perlindungan Maksimal: Ini Urutannya!
Atur Pola Makan Saat Sahur dan Berbuka untuk Kulit Lebih Baik
Selama berpuasa, pola makan memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kesehatan kulit. Apa yang dikonsumsi saat berbuka dan sahur akan sangat memengaruhi kadar hidrasi, produksi minyak, serta stabilitas skin barrier. Untuk menjaga kulit tetap stabil, penting untuk membatasi asupan makanan yang dapat meningkatkan produksi minyak atau menyebabkan inflamasi. Gorengan, makanan tinggi gula, atau minuman manis memang menggoda saat berbuka, tetapi konsumsi berlebihan dapat memperburuk kondisi kulit.
Pilih makanan yang baik untuk kulit:
kurma (kaya serat dan antioksidan)
ikan berlemak (omega-3)
sayuran hijau
buah-buahan segar
yoghurt atau probiotik
Sahur adalah waktu penting yang sering diabaikan padahal sangat menentukan kondisi kulit sepanjang hari. Mengonsumsi makanan tinggi serat dan protein seperti oatmeal, yoghurt, telur, atau roti gandum dapat membantu tubuh melepaskan energi secara perlahan dan mempertahankan keseimbangan gula darah. Tubuh yang stabil akan membuat kulit lebih tenang, tidak mudah berminyak, dan tidak cepat menunjukkan tanda dehidrasi. Sementara itu, menghindari makanan terlalu asin saat sahur dapat membantu mengurangi risiko dehidrasi serta mencegah kantung mata menjadi bengkak dan lingkaran hitam semakin terlihat.
Perbaiki Pola Tidur dan Kurangi Begadang
Agar kulit tetap dalam kondisi optimal, tubuh tetap membutuhkan total durasi tidur sekitar enam hingga delapan jam setiap hari meskipun jadwal tidur terpecah. Selain memenuhi kebutuhan tidur, menjaga konsistensi jam tidur juga penting. Ritme sirkadian tubuh bekerja seperti jam biologis yang mengatur berbagai fungsi tubuh, termasuk perbaikan kulit. Jika jam tidur berubah-ubah setiap hari, tubuh sulit beradaptasi dan proses regenerasi kulit menjadi tidak optimal. Dengan pola tidur yang lebih teratur, cukup, dan berkualitas, kulit akan tetap mampu menjalankan proses regenerasi alaminya meskipun tubuh sedang beradaptasi dengan ritme puasa.
Hindari Over-Exfoliation
Selama puasa, kulit berada dalam kondisi lebih sensitif. Biarkan kulit bernafas dan fokus pada hidrasi. Over-exfoliating dapat merusak skin barrier dan memicu iritasi.
Tips exfoliasi saat puasa:
Lakukan hanya 1–2 kali per minggu
Pilih bahan lembut seperti lactic acid atau PHA
Hindari kombinasi exfoliant dengan retinoid pada malam yang sama
Kesimpulan:
Kunci utama perawatan kulit selama Ramadan adalah hidrasi, perlindungan, dan pemilihan produk yang tidak mengiritasi. Dengan rutinitas yang tepat, kulit tetap glowing, sehat, dan terjaga meski ritme tubuh berubah.




