Terkuak! Lapisan Kulit yang Sebenarnya Dijangkau Skincare Kamu

10 Feb 2026

10 Feb 2026

Image

Ketika kita mengaplikasikan skincare, tidak sedikit yang membayangkan bahwa kandungan aktif dalam serum atau krim dapat menembus jauh ke dalam kulit hingga mencapai lapisan terdalam. Pemahaman tentang seberapa jauh skincare dapat menembus kulit penting untuk menentukan ekspektasi hasil dan memilih produk yang tepat. Banyak klaim pemasaran yang berlebihan, padahal sains menunjukkan bahwa kulit manusia adalah barrier yang sangat kuat. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami struktur kulit dan bagaimana bahan aktif bekerja melewati setiap lapisan.


Struktur Utama Kulit dan Mengapa Penyerapan Sangat Terbatas

Secara biologis, kulit memang dirancang untuk mencegah zat asing masuk ke dalam tubuh. Kulit memiliki beberapa lapisan, lapisan paling luar, yaitu stratum corneum, merupakan penghalang terbesar yang membatasi penetrasi skincare. Lapisan ini bersifat seperti “brick and mortar” yaitu sel mati (brick) yang direkatkan lipid (mortar) sehingga mampu menghalangi hingga 95% zat dari luar untuk masuk lebih dalam. Di bawah stratum corneum terdapat epidermis yang menjadi tempat sebagian besar bahan skincare bekerja. Lapisan ini berada di atas dermis. Dermis yaitu bagian kulit yang berisi kolagen, elastin, serta pembuluh darah. Lapisan ini adalah target banyak klaim anti-aging, namun justru merupakan bagian yang paling sulit untuk dicapai oleh skincare biasa karena pertahanan kulit yang sangat rapat.


Sampai Lapisan Mana Skincare Dapat Menembus?

Mayoritas skincare hanya mampu menembus hingga lapisan epidermis. Penelitian dermatologi modern menunjukkan bahwa sebagian besar bahan aktif tidak mampu melewati penghalang stratum corneum, sehingga efeknya sebagian besar terjadi di permukaan atau lapisan epidermis yang lebih dalam, bukan di dermis. Bahkan, penyerapan hingga aliran darah—yang sering disalahartikan sebagai “absorpsi”—hampir tidak pernah terjadi pada skincare harian karena produk kosmetik memang tidak dirancang untuk masuk ke sirkulasi tubuh, berbeda dengan patch transdermal pada obat-obatan.


Jalur Penetrasi Skincare

Penetrasi bahan skincare terjadi melalui tiga jalur penting, yaitu jalur transcellular, jalur intercellular, dan jalur follicular. Ketiga jalur ini pada dasarnya menunjukkan bahwa kulit memang selektif dalam menentukan apa yang bisa masuk.


  1. Jalur Transcellular (Melalui Sel Kulit)

Pada jalur ini, bahan aktif menembus langsung ke dalam sel-sel kulit. Proses ini membutuhkan molekul yang berukuran sangat kecil, larut dalam air maupun minyak, dan stabil dalam berbagai kondisi. Karena rutenya “langsung”, hanya sedikit bahan yang mampu melewatinya. Contoh bahan yang dapat menembus lewat jalur ini adalah beberapa bentuk vitamin C berukuran kecil dan molekul tertentu dari niacinamide.


  1. Jalur Intercellular (Antar Sel Kulit)

Ini merupakan jalur yang paling umum digunakan oleh berbagai bahan aktif. Alih-alih masuk melewati sel, bahan aktif bergerak melalui celah-celah kecil di antar sel kulit, melalui “lorong lipid”. Bayangkan melewati labirin kecil—tidak cepat, tetapi stabil dan efektif. Bahan yang lebih lipofilik (larut minyak) cenderung lebih mudah menembus jalur ini, seperti ceramide, fatty acids, atau beberapa jenis retinoid.


  1. Jalur Follicular (Melalui Folikel Rambut dan Pori)

Jalur ini memanfaatkan folikel rambut, pori, dan kelenjar minyak sebagai “pintu masuk”. Meski area ini hanya mencakup sekitar 0,1% dari total permukaan kulit, rute ini sangat efektif bagi bahan yang kesulitan menembus lapisan kulit yang padat. Bahan berukuran besar atau formulasi seperti nanopartikel tertentu, beberapa jenis peptide, dan bahan aktif dalam produk acne care sering memanfaatkan jalur ini.


Bahan Skincare dan Lapisan Targetnya

Tidak semua bahan dalam skincare memiliki kemampuan yang sama untuk menembus lapisan kulit. Bahan dengan molekul besar seperti hyaluronic acid, ceramide, dan sunscreen cenderung hanya bekerja di permukaan kulit karena ukuran molekulnya tidak memungkinkan untuk menembus lapisan lebih dalam, dan faktanya di situlah mereka memang seharusnya bekerja.
Sementara itu, bahan aktif seperti vitamin C, niacinamide, dan retinol terbukti dapat masuk lebih dalam hingga lapisan epidermis dan memberikan efek nyata dalam meningkatkan kecerahan, memperbaiki tekstur, atau membantu pembentukan kolagen awal. Bahkan, retinol dikenal memiliki kemampuan penetrasi lebih baik dibanding bahan aktif lainnya. Pada tingkat yang lebih maju, beberapa bahan seperti retinoid tertentu dan peptide kecil memiliki potensi mencapai dermis. Meskipun demikian, hanya sedikit bahan yang memiliki potensi mencapai dermis, hal ini biasanya membutuhkan teknologi penghantaran seperti enkapsulasi atau liposomal agar dapat menembus kulit tanpa merusaknya.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kedalaman Penyerapan Skincare

Kedalaman penyerapan skincare ditentukan oleh kombinasi antara molekul bahan aktif, formulasi, kondisi kulit, dan cara penggunaan. Tidak semua bahan perlu menembus hingga ke lapisan dermis — kadang bekerja di permukaan saja sudah cukup efektif tergantung tujuan produk.

  1. Ukuran Molekul (Molecular Weight)
    Ini adalah faktor paling penting. Aturannya sederhana, semakin kecil ukuran molekul, semakin dalam ia bisa masuk. Biasanya molekul dengan ukuran ≤ 500 Dalton memiliki peluang lebih besar menembus lapisan kulit.
    Contoh:

    • Retinol → kecil, mudah menembus.

    • Hyaluronic acid → ukuran besar, cenderung bekerja di permukaan (kecuali low molecular HA).

  2. Kelarutan Bahan (Lipofilik vs Hidrofilik)
    Kulit tersusun dari lapisan lipid (lemak), sehingga bahan yang larut minyak (lipofilik) lebih mudah menembus jalur antar sel.

    • Lipofilik (larut minyak) → cenderung masuk lebih dalam (mis. retinoid, ceramide).

    • Hidrofilik (larut air) → lebih sulit menembus, bekerja di permukaan atau butuh bantuan teknologi formulasi.

  3. Struktur & Karakter Kimia Bahan Aktif
    Bahan aktif dengan ukuran kecil, stabil, dan tidak terlalu bermuatan (non-ionik), cenderung penetrasinya lebih baik. Sebaliknya, bahan bermuatan terlalu kuat sulit masuk karena kulit merupakan penghalang yang ketat.

  4. Teknologi Formulasi Produk
    Formulasi menentukan kemampuan bahan untuk “mengantar” molekul aktif ke dalam kulit. Formulasi yang buruk bisa membuat bahan aktif hanya numpang lewat di permukaan kulit. Contoh teknologi yang meningkatkan penetrasi:

    • Encapsulation / liposome

    • Nanopartikel

    • Emulsi water-in-oil

    • Penetration enhancer (mis. propylene glycol)

  5. pH Produk
    pH produk juga memainkan peran penting karena interaksi antara bahan aktif dan tingkat keasaman kulit dapat berpengaruh pada laju penetrasi. pH memengaruhi kestabilan dan bentuk kimia suatu bahan. Contoh:

    • pH rendah membuat AHA lebih “asidik” sehingga meningkatkan kemampuan menembus kulit.

    • Niacinamide stabil pada pH netral sehingga lebih konsisten penyerapannya.

  6. Kondisi Skin Barrier
    Kondisi skin barrier sangat berpengaruh, ketika kulit mengalami kerusakan seperti pada eksim atau psoriasis, kemampuan penyerapan meningkat drastis, namun hal ini juga meningkatkan risiko iritasi.

  7. Durasi Kontak dengan Kulit
    Produk yang menempel lebih lama memberi kesempatan bahan aktif masuk lebih dalam. Urutan kedalaman (umumnya):
    mask > serum > cream > cleanser
    karena cleanser hanya beberapa detik di kulit.

  8. Penggunaan Produk Pendukung
    Gabungan atau urutan produk dapat memengaruhi penyerapan, misalnya:

    • Eksfoliasi ringan → membuka jalan bahan aktif

    • Humektan (seperti HA) → meningkatkan hidrasi sehingga memperbaiki difusi

    • Oklusif (petrolatum) → menahan kecepatan evaporasi sehingga bahan aktif lebih terserap.


Mitos-Mitos Umum tentang Penyerapan Skincare yang Perlu Diluruskan

Banyak mitos seputar penyerapan skincare muncul karena keinginan untuk mendapatkan hasil cepat. Padahal, penyerapan bahan aktif dipengaruhi oleh sains formulasi, bukan sensasi atau klaim yang terdengar meyakinkan.

  1. “Skincare bisa menyerap sampai ke dalam pembuluh darah.”
    Faktanya:
    Kulit memiliki lapisan pelindung yang sangat kuat. Sebagian besar bahan skincare hanya bekerja di lapisan epidermis dan tidak mencapai aliran darah. Produk kosmetik dirancang tidak untuk menembus sampai ke sistem sirkulasi, karena jika iya, produk tersebut akan dikategorikan sebagai obat, bukan kosmetik.

  2. “Semakin banyak produk yang dipakai, semakin dalam penyerapannya.”
    Faktanya:
    Penyerapan tidak dipengaruhi oleh jumlah produk yang dioleskan. Justru penggunaan berlebihan dapat membuat kulit “jenuh”, tidak efektif, dan berpotensi menyebabkan iritasi. Penyerapan ditentukan oleh ukuran molekul, formulasi, kondisi kulit, dan waktu kontak—bukan jumlah lapisan tebal produk.

  3. “Kalau kulit terasa panas atau tingling, tandanya produk sedang menyerap.”
    Faktanya:
    Rasa panas atau tingling bukan tanda penyerapan, melainkan tanda iritasi atau reaksi dari bahan tertentu (seperti AHA/BHA). Penyerapan skincare tidak menimbulkan sensasi khusus. Kulit yang perih sebaiknya berhati-hati, bukan dianggap sedang “bekerja”.

  4. “Produk yang cepat meresap pasti lebih efektif.”
    Faktanya:
    Cepat menyerap bukan berarti bahan aktif masuk lebih dalam. Ada produk yang memang diformulasikan cepat mengering (misalnya toner), tetapi tidak selalu membawa bahan aktif ke dalam kulit. Efektivitas tergantung stabilitas bahan aktif, teknologi formulasi, dan kecocokan kulit, bukan kecepatan mengering.

  5. “Kulit kering menyerap skincare lebih baik.”
    Faktanya:
    Kulit kering justru sering memiliki barrier yang kurang optimal, sehingga penyerapan bisa tidak merata. Kulit yang terhidrasi dengan baik membantu difusi bahan aktif lebih stabil. Itulah sebabnya penggunaan humektan seperti hyaluronic acid atau toner sebelum serum dapat membantu kinerja produk berikutnya.

  6. “Semua bahan aktif bisa menembus kulit.”
    Faktanya:
    Tidak semua bahan aktif dirancang untuk masuk ke lapisan dalam. Contohnya:

    • Hyaluronic acid memiliki molekul besar yang bekerja terutama di permukaan (kecuali versi low molecular).

    • Peptide tertentu terlalu besar untuk menembus epidermis.
      Sementara bahan kecil seperti retinol atau asam glikolat lebih mudah menembus, tetapi tetap dalam batas aman.

  7. “Urutan skincare tidak berpengaruh pada penyerapan.”
    Faktanya:
    Urutan sangat berpengaruh.
    Produk dengan tekstur paling cair → digunakan lebih dulu.
    Produk kental → digunakan setelahnya.
    Jika urutannya salah, bahan aktif bisa sulit masuk karena “tertutup” lapisan yang lebih berat.

  8. “Pijat wajah membuat skincare menyerap sampai ke lapisan dermis.”
    Faktanya:
    Pijatan dapat meningkatkan sirkulasi dan membantu produk menyebar lebih merata, tetapi tidak membuat bahan aktif menembus dermis. Penetrasi tetap dibatasi oleh struktur kulit dan ukuran molekul bahan aktif.


Kesimpulan

Batas kemampuan skincare untuk menembus kulit tidak sesederhana semakin dalam berarti semakin efektif. Banyak manfaat skincare justru terjadi di epidermis, bukan dermis. Perbaikan barrier kulit, hidrasi, pengurangan pigmentasi, hingga peningkatan produksi kolagen awal terjadi di lapisan ini. Jadi, memahami bahwa skincare bekerja terutama pada epidermis bukan berarti efektivitasnya berkurang—justru membantu kita memiliki ekspektasi yang realistis dan membuat pilihan produk yang lebih tepat.


Daftar Isi

Artikel untuk Anda

Dapatkan Penawaran untuk
Produksi Skincare & Kosmetik Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Dapatkan Penawaran untuk
Produksi Skincare & Kosmetik Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Dapatkan Penawaran untuk Produksi Skincare Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia. All rights reserved.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia. All rights reserved.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia.
All rights reserved.