Perbedaan Skincare Alami dan Skincare Organik: Mana yang Lebih Sesuai untuk Konsep Brand Kamu?

22 Des 2025

22 Des 2025

Image

Di tengah tren kecantikan yang semakin mengedepankan keberlanjutan, istilah skincare alami dan skincare organik sering muncul. Meski terdengar mirip, keduanya memiliki perbedaan mendasar, baik dari segi bahan, proses, maupun regulasi.


Apa Itu Skincare Alami?

Skincare alami adalah produk perawatan kulit yang menggunakan bahan yang berasal dari alam, seperti tumbuhan, mineral, atau hewan. Bahan alami diproses seminimal mungkin agar sifat aslinya tetap terjaga. Namun, beberapa bahan turunan alami (misalnya ekstrak atau minyak esensial) tetap digunakan untuk meningkatkan efektivitas. Selain itu Tidak wajib memiliki sertifikasi khusus, tetapi klaim harus akurat dan sesuai regulasi BPOM. Di Indonesia, BPOM mengatur bahwa klaim “alami” harus didukung komposisi bahan yang jelas dan tidak menyesatkan. Tidak ada definisi resmi, tetapi prinsipnya adalah transparansi dan keamanan.


Contoh Bahan Alami Populer

  • Ekstrak tumbuhan: Aloe vera, chamomile, green tea, temulawak, Centella asiatica (cica).

  • Minyak alami: Minyak kelapa, jojoba oil, argan oil, olive oil.

  • Bahan fermentasi: Rice ferment, kombucha.

  • Buah & biji: Avokad, oat, shea butter.


Apa Itu Skincare Organik?

Skincare organik adalah produk perawatan kulit yang menggunakan bahan alami yang ditanam dan diproses sesuai standar organik, artinya bebas dari pestisida sintetis, pupuk kimia, GMO (Genetically Modified Organism), dan bahan berbahaya lainnya. Untuk mengklaim “organik”, produk biasanya harus memiliki sertifikasi resmi dari lembaga seperti USDA Organic, COSMOS, atau Ecocert. Sertifikasi ini menjamin bahan dan proses produksi sesuai standar organik internasional. Di Indonesia, BPOM mengatur bahwa klaim “organik” harus didukung sertifikat resmi dan tidak boleh menyesatkan.


Perbedaan Signifikan Antara Skincare Alami dengan Skincare Organik

  1. Bahan
    Skincare alami menggunakan bahan yang berasal dari alam (tumbuhan, mineral, hewan) dengan sedikit atau tanpa modifikasi kimia. Contoh: aloe vera, madu, minyak kelapa. Sedangkan skincare organik menggunakan bahan alami yang dibudidayakan secara organik, bebas pestisida sintetis, pupuk kimia, dan GMO. Contoh: minyak kelapa organik, shea butter organik. Selain itu, bahan harus memenuhi standar organik internasional.

  2. Proses
    Proses produksi skincare alami seminimal mungkin mengubah sifat bahan, tetapi tidak ada kewajiban khusus terkait metode budidaya. Fokus pada penggunaan bahan alami, bukan pada cara bahan tersebut ditanam. Sedangkan, proses produksi skincare organik harus ramah lingkungan dan berkelanjutan, mulai dari budidaya bahan hingga pengemasan. Proses budidaya bahannya tidak boleh menggunakan pestisida sintetis, pupuk kimia, atau GMO.

  3. Sertifikasi
    Skincare alami tidak ada sertifikasi khusus. Klaim “alami” cukup didukung komposisi bahan dan harus sesuai regulasi BPOM. Sedangkan, skincare organik wajib memiliki sertifikasi resmi dari lembaga seperti USDA Organic, COSMOS Organic, atau Ecocert. Sertifikasi ini menjamin bahan dan proses sesuai standar organik.


Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Baik skincare alami maupun skincare organik bukan berarti 100% bebas bahan kimia sintetis. Skincare alami bisa mengandung bahan sintetis yang aman (pengawet, emulsifier). Dan juga,skincare organik boleh mengandung bahan sintetis tertentu yang diizinkan oleh standar organik (misalnya asam sitrat, pengawet alami). Bahan sintetis sering diperlukan untuk menjaga stabilitas, daya simpan, dan keamanan mikrobiologis produk. BPOM tidak melarang penggunaan bahan sintetis dalam kosmetik alami dan organik, asalkan bahan tersebut aman, tidak termasuk daftar bahan dilarang, dan sesuai batas konsentrasi yang diizinkan.

  • Klaim “alami” atau “organik” tidak menjamin bebas risiko, tetapi menjamin bahan dan proses sesuai standar, karena keamanan produk tidak hanya ditentukan oleh sumber bahan, tetapi juga oleh potensi alergi dan sensitivitas serta kandungan sintetis. Bahan alami (misalnya essential oil, ekstrak tumbuhan) bisa memicu alergi atau iritasi pada sebagian orang. Produk organik juga bisa menyebabkan reaksi jika kulit sensitif terhadap komponen tertentu.


Kesimpulan

Skincare alami fokus pada bahan dari alam, tanpa kewajiban sertifikasi. Sedangkan, skincare organik lebih ketat, bahan harus organik, proses ramah lingkungan, dan wajib sertifikasi.

Daftar Isi

Artikel untuk Anda

Dapatkan Penawaran untuk
Produksi Skincare & Kosmetik Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Dapatkan Penawaran untuk
Produksi Skincare & Kosmetik Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Dapatkan Penawaran untuk Produksi Skincare Anda

Konsultasi dengan tim R&D kami di Cikarang.

Kami adalah mitra manufaktur terpercaya yang menjaga Love & Respect dalam setiap tahap — dari formulasi hingga pengiriman — melayani wilayah Jabodetabek dan seluruh Indonesia.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia. All rights reserved.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia. All rights reserved.

Kontak

JL Serui Blok AE -5 Kawasan Industri MM 2100, Desa Jatiwangi Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17530

WhatsApp

Phone

Email

Social

Navigasi

Produk

© 2024

PT. Inabata Creation Indonesia.
All rights reserved.