Kulit kering adalah salah satu tipe kulit yang paling rentan terhadap masalah seperti ketarik, bersisik, kusam, dan mudah mengalami iritasi. Berbeda dengan kulit berminyak yang memiliki kelembapan alami, kulit kering kekurangan minyak pelindung sehingga lebih mudah kehilangan air. Penyebab kulit kering bisa beragam, bisa karena faktor internal, eksternal, dan gaya hidup. Faktor internal meliputi genetik, penuaan, gangguan hormon. Faktor eksternal meliputi cuaca dingin, paparan AC, polusi, sinar UV. Serta gaya hidup seperti kurang minum air, diet tidak seimbang, penggunaan produk yang terlalu keras. Jika tidak dirawat dengan benar, kulit kering bisa mengalami sensitivitas, kemerahan, bahkan penuaan dini. Oleh karena itu, perawatan kulit kering harus fokus pada hidrasi mendalam, perlindungan skin barrier, dan nutrisi lipid.
Bahan aktif adalah komponen utama dalam skincare yang memberikan manfaat spesifik. Untuk kulit kering, bahan aktif yang tepat akan menghidrasi kulit secara mendalam, memperbaiki dan memperkuat skin barrier, mengurangi rasa ketarik dan iritasi, serta membuat kulit tampak sehat, glowing, dan nyaman.
Karakteristik Skincare untuk Kulit Kering
Mengandung Humektan
Humektan adalah bahan dalam skincare yang berfungsi menarik dan mengikat air dari lingkungan atau lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan kulit, sehingga kulit tetap lembap dan terhidrasi. Humektan bekerja seperti “magnet” air. Bahan ini membantu menjaga kelembapan kulit, terutama pada kondisi kulit kering atau dehidrasi. Contoh bahan humektan diantaranya Hyaluronic Acid, Glycerin, Panthenol, Sodium PCA, Aloe Vera. Humektan paling efektif jika digunakan bersama occlusive (misalnya petrolatum) agar kelembapan tidak menguap.
Kaya Emolien
Emollient adalah bahan dalam skincare yang berfungsi menghaluskan dan melembutkan kulit dengan mengisi celah antar sel kulit yang kering atau rusak. Bahan ini membantu memperbaiki tekstur kulit dan mengurangi rasa kasar. Contoh bahan emollient yaitu Ceramide, Squalane, Shea Butter, Jojoba Oil, Fatty acids (asam lemak).
Mengandung Occlusive
Occlusive adalah bahan dalam skincare yang berfungsi membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit untuk mencegah penguapan air (Transepidermal Water Loss/TEWL). Dengan kata lain, occlusive membantu “mengunci” kelembapan agar tidak hilang dari kulit. Occlusive tidak menambah air ke kulit, tetapi menahan kelembapan yang sudah ada. Bahan ini sangat efektif untuk kulit kering atau sangat kering. Contoh bahan occlusive adalah Petrolatum (Vaseline), Mineral Oil, Dimethicone, Beeswax, Lanolin
Bebas Alkohol & Sulfat
Produk bebas alkohol dan sulfat berarti tidak mengandung alkohol tinggi (misalnya ethanol, denatured alcohol) yang bisa membuat kulit kering dan iritasi dan Sulfat (misalnya Sodium Lauryl Sulfate/SLS, Sodium Laureth Sulfate) yang merupakan surfaktan keras dan dapat mengikis minyak alami kulit.
Mengandung Bahan yang Menenangkan
Untuk kulit kering, bahan penenang yang ideal adalah yang tidak hanya menenangkan tetapi juga membantu menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier. Contohnya :
Panthenol (Pro-Vitamin B5)
Menenangkan iritasi sekaligus menghidrasi kulit.Centella Asiatica (Cica)
Mengurangi kemerahan dan memperbaiki skin barrier.Aloe Vera
Memberikan efek dingin dan hidrasi ringan.Allantoin
Mengurangi iritasi dan membantu regenerasi kulit.Oat Extract (Colloidal Oatmeal)
Memberikan kelembapan dan efek soothing.Calendula
Mempercepat penyembuhan kulit dan mengurangi kemerahan.Ceramide
Selain menenangkan, memperkuat lapisan pelindung kulit agar tidak kehilangan air.
Tekstur Lebih Rich
Tekstur skincare yang lebih rich berarti produk memiliki konsistensi yang lebih tebal, creamy, dan kaya akan bahan pelembap. Ini membantu memberikan hidrasi mendalam dan membentuk lapisan pelindung agar kelembapan tidak cepat menguap.
Bahan Aktif untuk Kulit Kering
Berikut ini adalah bahan aktif penting yang sebaiknya ada dalam produk perawatan untuk kulit kering
Hyaluronic Acid
Hyaluronic Acid (HA) adalah salah satu bahan aktif paling populer dan efektif untuk kulit kering. Bahan ini merupakan molekul gula alami (glycosaminoglycan) yang terdapat di jaringan kulit yang mampu mengikat air hingga 1.000 kali berat molekulnya, sehingga memberikan hidrasi mendalam. Termasuk bahan aktif yang cocok untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif. Aplikasikan pada kulit lembap (misalnya setelah toner) agar HA dapat mengikat air. Hindari penggunaan HA di kulit yang sangat kering tanpa lapisan pelembap, karena bisa menarik air keluar dari kulit.
Glycerin
Glycerin adalah salah satu bahan aktif paling klasik dan efektif untuk kulit kering. Bahan ini merupakan humektan alami yang bekerja dengan menarik air dari lingkungan dan lapisan kulit yang lebih dalam ke permukaan kulit. Bahan aktif ini juga sangat aman dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif. Keunggulan bahan ini yaitu stabil, tidak mudah teroksidasi, bisa dikombinasikan dengan bahan aktif lain seperti Hyaluronic Acid, Ceramides, dan Niacinamide. Sebaiknya pilih produk yang mencantumkan glycerin di daftar bahan (biasanya di urutan awal karena digunakan dalam konsentrasi tinggi).
Urea
Urea merupakan bahan aktif yang sangat bermanfaat untuk kulit kering, terutama karena sifatnya yang unik sebagai humektan sekaligus keratolitik ringan (membantu mengangkat sel kulit mati). Urea adalah senyawa organik yang secara alami terdapat di kulit sebagai bagian dari Natural Moisturizing Factor (NMF). Hindari penggunaan bahan aktif ini pada kulit yang luka atau sangat sensitif tanpa konsultasi dokter. Dalam produk skincare, urea digunakan dalam konsentrasi tertentu untuk melembapkan dan memperbaiki tekstur kulit.
Konsentrasi urea dalam produk
2–10%: Untuk hidrasi ringan, cocok pada pelembap wajah atau tubuh.
10–20%: Untuk kulit sangat kering, bersisik, atau kondisi seperti eczema ringan.
>30%: Biasanya untuk perawatan medis (misalnya kapalan), tidak disarankan untuk wajah.
Squalane
Squalane adalah bahan aktif yang sangat populer untuk perawatan kulit kering karena sifatnya yang ringan dan menutrisi tanpa menyumbat pori. Bahan aktif ini merupakan bentuk terhidrogenasi dari squalene, minyak alami yang terdapat di sebum kulit. Memiliki tekstur ringan, cepat meresap, tidak meninggalkan rasa berminyak. Termasuk bahan yang stabil, tidak mudah teroksidasi, dan aman untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif. Bahkan bahan ini sering direkomendasikan untuk kondisi seperti eczema ringan.
Shea Butter
Shea Butter adalah lemak alami yang diekstrak dari biji pohon shea (Vitellaria paradoxa), kaya akan asam lemak dan vitamin A, E, F untuk memperbaiki tekstur kulit dan memberikan kelembapan intensif. Bertekstur padat seperti mentega, tetapi meleleh saat diaplikasikan ke kulit. Keunggulan shea butter yaitu cocok untuk kulit sangat kering, bersisik, atau mengalami eczema ringan. Bisa digunakan pada wajah, tubuh, bahkan bibir. Aman untuk kulit sensitif, tetapi sebaiknya uji coba dulu jika rentan alergi kacang.
Petrolatum
Petrolatum adalah campuran hidrokarbon semi-padat yang berasal dari minyak bumi, digunakan luas dalam produk perawatan kulit. Berfungsi sebagai okklusif, yaitu membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit. Petrolatum sering dikenal sebagai petroleum jelly, merupakan bahan klasik yang sangat efektif untuk kulit ekstrem kering (misalnya tumit pecah-pecah, bibir kering). Bahan ini tidak mengandung bahan aktif yang mengiritasi sehingga aman digunakan pada kulit sensitif dan sering direkomendasikan oleh dermatolog.
Dimethicone
Dimethicone adalah jenis silikon yang berfungsi sebagai okklusif dan emolien. Bentuknya cairan kental, transparan, dan tidak berbau, sering digunakan dalam pelembap, lotion, dan krim. Keunggulan bahan ini yaitu tidak menyumbat pori (non-komedogenik), stabil dan aman untuk kulit sensitif. Dimathicone memberikan sensasi “silky” pada kulit, sehingga sering dipakai dalam pelembap wajah dan tubuh.
Ceramides
Ceramides adalah lipid alami yang membentuk sekitar 50% dari lapisan pelindung kulit (stratum korneum). Berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi kulit dari iritasi serta faktor eksternal. – Memperkuat skin barrier agar kelembapan tidak mudah hilang. Bahan aktif ini sangat penting untuk kulit kering karena perannya dalam memperkuat skin barrier.
Niacinamide
Niacinamide adalah bentuk aktif dari Vitamin B3 yang larut dalam air. Sering digunakan dalam serum, pelembap, dan toner karena sifatnya yang lembut dan aman untuk semua jenis kulit. Selain mengurangi iritasi dan meningkatkan elastisitas kulit, bahan ini juga membantu meratakan warna kulit dan mengurangi tampilan pori.
Konsentrasi Ideal
2–5%: Umum digunakan untuk hidrasi dan perbaikan barrier.
>5%: Untuk manfaat tambahan seperti pengurangan hiperpigmentasi (tetap aman, tetapi uji coba dulu untuk kulit sensitif).
Hindari penggunaan Niacinamide bersamaan dengan Vitamin C murni (asam askorbat) dalam satu langkah, karena bisa mengurangi efektivitas.
Vitamin E
Vitamin E adalah bahan aktif yang terkenal sebagai antioksidan sekaligus pelembap, sangat bermanfaat untuk kulit kering. Bahan ini merupakan kelompok senyawa yang larut dalam lemak, paling umum digunakan dalam skincare adalah tocopherol atau tocopheryl acetate. Bahan ini sering dikombinasikan dengan Vitamin C untuk efek antioksidan sinergis.
Aloe Vera
Aloe Vera adalah bahan alami yang sangat populer dalam perawatan kulit, terutama untuk kulit kering dan sensitif, bahkan setelah terpapar sinar matahari karena bahan ini menenangkan kulit sensitif atau teriritasi. Aloe vera merupakan gel yang diekstrak dari daun tanaman Aloe barbadensis. Mengandung air, vitamin (A, C, E), mineral, enzim, dan asam amino yang bermanfaat untuk kulit. Keunggulan Aloe Vera yaitu ringan dan cepat meresap, tidak meninggalkan rasa berminyak. Bisa digunakan dalam bentuk gel murni atau produk skincare (pelembap, masker, toner).
Panthenol
Panthenol adalah bentuk alkohol dari Vitamin B5 yang larut dalam air. Panthenol (juga dikenal sebagai Pro-Vitamin B5) adalah bahan aktif yang sangat bermanfaat untuk kulit kering karena sifatnya yang melembapkan dan menenangkan. Keunggulan Panthenol yaitu aman untuk semua jenis kulit, termasuk sensitif dan bayi. Bahan ini sering dikombinasikan dengan ceramides, niacinamide, dan aloe vera untuk efek maksimal. Cocok untuk kulit kering, eczema ringan, dan kulit yang teriritasi.
Selain bahan-bahan tersebut, ada sejumlah terobosan bahan aktif terbaru untuk merawat kulit kering, diantaranya
Exosomes
Exosomes merupakan bahan aktif inovatif yang sedang naik daun dalam dunia skincare, termasuk untuk kulit kering. Exosomes adalah vesikel mikro yang membawa protein, lipid, dan miRNA untuk merangsang regenerasi sel dan memperbaiki struktur kulit. Terbukti dapat mempercepat penyembuhan setelah prosedur, meningkatkan kolagen, tekstur, dan elastisitas kulit — juga menawarkan hidrasi tanpa iritasi. . Dalam skincare, exosomes digunakan untuk mengirim sinyal regenerasi ke sel kulit, sehingga mendukung perbaikan dan hidrasi.
Polyglutamic Acid (PGA)
PGA adalah biopolymer dari asam amino glutamat. Memiliki kemampuan mengikat air 4–5 kali lebih banyak daripada Hyaluronic Acid, menjadikannya humektan super. Sehingga sangat efektif untuk hidrasi kulit kering. Selain itu, glutamat dalam bentuk turunan juga dapat membantu menjaga kelembapan dan mendukung fungsi skin barrier.
Ectoin
Ectoin adalah molekul pelindung sel (extremolyte) yang ditemukan pada mikroorganisme yang hidup di lingkungan ekstrem (gurun, laut asin, dll). Berfungsi membentuk pelindung seluler yang menahan air, menenangkan, dan memperkuat skin barrier.
Algae‑Derived Polysaccharides
Algae-Derived Polysaccharides adalah polisakarida alami yang diekstrak dari berbagai jenis alga (misalnya Chondrus crispus, Spirulina, Laminaria). Bahan ini kaya akan asam amino, mineral, dan antioksidan yang mendukung kesehatan kulit dan memberikan hidrasi tahan lama. Memberi hidrasi intensif dan membentuk film pelindung pada epidermis, serta kaya antioksidan dan asam amino untuk memperbaiki microbarrier kulit.
Prebiotics dan Postbiotics
Prebiotics adalah bahan yang menjadi “makanan” bagi bakteri baik di kulit. Prebiotics membantu menyeimbangkan mikrobioma kulit sehingga skin barrier lebih kuat. Contoh umum dari prebiotics yaitu inulin, fructooligosaccharides (FOS). Postbiotics adalah hasil metabolisme dari bakteri baik (misalnya peptida, enzim, asam lemak). Lebih stabil dibanding probiotik karena tidak mengandung organisme hidup. Bahan ini efektif menurunkan inflamasi, memperbaiki barrier, serta meningkatkan hidrasi dan resistensi kulit terhadap stressor eksternal.
Advanced Peptides
Advanced Peptides adalah kelompok peptida generasi terbaru yang dirancang untuk memberikan manfaat lebih kompleks dibanding peptida biasa. Selain memperkuat skin barrier dengan merangsang produksi ceramides dan lipid alami, advance peptides juga meningkatkan hidrasi dan berfungsi sebagai anti-aging dengan merangsang sintesis kolagen dan elastin, mengurangi garis halus. Jenis Advanced Peptides Populer
Matrixyl® (Palmitoyl Pentapeptide): Memperbaiki kerutan dan meningkatkan elastisitas.
Copper Peptides: Mempercepat regenerasi kulit dan mendukung penyembuhan.
Argireline® (Acetyl Hexapeptide): Mengurangi garis ekspresi dengan mekanisme mirip botox ringan.
Bakuchiol
Bakuchiol adalah bahan aktif alami yang sering disebut sebagai alternatif retinol, tetapi lebih lembut dan cocok untuk kulit kering serta sensitif. Bahan ini berasal dari tanaman Psoralea corylifolia. Memiliki sifat mirip retinol dalam merangsang regenerasi kulit, tetapi tanpa efek iritasi yang biasanya terjadi pada retinol. menstimulasi pergantian sel, merangsang kolagen, menghaluskan kerutan, dan memberi efek antioksidan.
Cara Menggabungkan Bahan Aktif dalam Rutinitas Skincare
Pagi:
Lembapkan wajah dengan humektan & PGA
Tambahkan esens/barrier repair berisi postbiotik & ectoin
Tutup dengan serum advanced peptides, lalu pelembap dengan emolien (squalane) dan okklusif ringan (dimethicone).
Malam:
Setelah membersihkan, pakai serum exosomes & bakuchiol
Tambahkan pelembap kaya ceramides dan shea butter
Kesimpulan
Pemilihan bahan aktif yang tepat adalah kunci utama dalam perawatan kulit kering. Fokus pada kandungan yang menghidrasi, memperbaiki barrier, dan melindungi kulit akan membantu menjaga kelembapan dan mencegah iritasi. Dengan skincare berbasis bahan aktif yang sesuai, kulit kering dapat kembali sehat, lembut, dan terlindungi.




